Berbeda dengan KB, TK dan SD, SMP, para pelajar SMP Integral Luqman al Hakim bukanlah anak-anak lagi, mereka sudah masuk ke fase remaja awal yang lebih mampu untuk dibekali apapun yang diperlukan untuk masa depannya nanti, seperti apa keseruannya?
16-6 / Berkunjung ke SMPS Integral ini terasa nyaman dan menyejukkan, karena lingkungannya yang bersih dan rapi, ada 3 tempat sampah untuk jenis sampah yang berbeda, yang masing-masing untuk jenis sampah yang berbeda antara sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu. Perjalanan kemudian menyisir lagi ke ruang-ruang kelas yang juga bersih, Sepatu tertata di rak-raknya masing-masing. Pantas saja, kerapian dan kebersihan sekolah ini diganjar dengan penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Grobogan. Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup atas budaya peduli dan wawasannya terhadap lingkungan.
Di hari keempat ini, sekolah ini kembali menjadikan lingkungan sebagai bagian dari MPLS-nya, yang diawali dengan membersihkan lingkungan menata tanaman sekaligus memperindahnya. Baik putra maupun putri semua menunjukkan kepeduliannya, sebab peduli terhadap lingkungan tak hanya milik laki-laki atau perempuan saja. Para asatidz yang menjadi teladan tak luput memberi contoh sehingga kebersamaan antara pelajar dan asatidznya menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Pada acara berikutnya adalah sosialisasi oleh SAR Hidayatullah yang diwakili oleh Ustadz Miftahussurur, S.Pd.I, Beliau memberikan simulasi ketika kebakaran terjadi dengan menutupnya dengan karung basah. Nampaknya ini sederhana, tetapi akan berguna jika suatu saat dibutuhkan. Ana-anak meskipun sudah remaja tetapi belum berpengalaman untuk diberi ketrampilan di luar akademis mereka. Apalagi bagi laki-laki yang kelak mereka menjadi pemimpin rumah tangga harus mengetahui ketrampilan banyak hal.
Menurut Ustadz Surur selaku pemateri dari SAR Hidayatullah, tujuan kegiatan penagggulangan kebakaran bagi pelajar SMP tak lain bertujuan membentuk generasi yang sadar akan risiko bencana, memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar dalam pencegahan dan penanganan bencana kebakaran, melakukan penyelamatan yang tepat serta menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab dan kepedulian sosial sebagai bagian mewujudkan sekolah yang tanggap, tangguh dan aman bencana
Berbeda dengan MPLS di KB, TK, dan SD yang semua diampu oleh para asatidznya, di SMP diantu oleh para OPH-nya, yakni Organisasi Pelajar Hidayatullah, semacam OSIS di sekolah negeri yang membantu tugas guru-gurunya di luar sekolah, mereka mengawal MPLS untuk mengondisikan maupun mengoordinasikan semua kegiatan, Mereka diberi jaket warna abu-abu khas dan hadir membersamai pelajar putra dan putri baru.

