G
N
I
D
A
O
L

Program Donasi Air Bersih untuk Warga Grobogan yang Kekeringan, Warga “Air yang Ada Rasanya Asin, Tidak Layak untuk Diminum”

 

Kekeringan yang sudah terjadi kurang lebih empat bulan ini telah membuat warga Grobogan menderita, tak hanya kelangkaan air bersih, air tanah rasanya asin sehingga tidak layak untuk diminum karena itulah Tim Fundraising dari Yayasan Amanah Pesantren Hidayatullah Purwodadi menggalang donasi untuk menyalurkannya ke desa-desa yang kekurangan air bersih.

 

Untuk sementara donasi yang terkumpul dari wali murid, donatur dan simpatisan sendiri sampai hari selasa (8/9) sebanyak Rp 3.050.000 yang sementara telah disalurkan ke berbagai tempat seperti Desa Bulak-Nglobar, Kemiri-Depok, Asemrudung, Karang Rayung hingga Kalisari-Kradenan. Penyaluran air berlangsung beberapa hari dari jumat 4/9 hingga berita ini diturunkan, selasa 8/6 air bersih akan disalurkan ke Desa Kalisari-Kradenan.

Pada hari jumat, Tim Fundraising mengajak anak-anak SMP putri untuk terlibat dalam penyaluran air bersih ini, mereka didampingi oleh guru kesiswaan mereka, Sri Winarti, S.Pd. Anak-anak SMP sebanyak 5 orang mengaku merasa senang dengan kegiatan ini, menurut Alin, siswi kelas 8 mengatakan. “Kegiatan ini membuat saya semakin simpati dengan penderitaan masyarakat grobogan yang terdampak kekeringan. Dari sini saya belajar untuk memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya, karena di tempat lain ada orang yang berjuang untuk mendapatkan air” kata Alin, saat mengikuti penyaluran air bersih di desa Bulak, Nglobar.

Puku 16.00 WIB 2 truk tangka baru tiba di desa Bulak, kemudian dibagi untuk 2 RT sekaligus, warga berbondong-bondong membawa tempat air apapun (galon, gentong, ember, tempayan untuk menampung air yang didapat. Siswi-siswi SMP tiak ketinggalan ikut serta membantu Masyarakat yag nampak kepayahan, siswi-siswi SMP mengaku senang dapat menjadi bagian dari penyaluran air bersih pada masyarakat yang memerlukan. Tak lupa rasa terima kasih juga diucapkan pada Ketua RT, Bapak Agus yang telah memberikan bantuan air bersih pada warganya, “sebab air bersih ini sangat diperlukan, setelah air yang ada di dalam tanah terasa asin dan tidak bisa digunakan untuk minum, tetapi jika terpaksa masih kami gunakan untuk mandi” pungkas Beliau.

Pada hari Sabtu (5/9) sebelum Tim Fundraising menyalurkan air bersih ke Desa Kemiri Depok dan Karangrayung, diawali dengan Shalat Istisqa—shalat untuk meminta hujan yang diikuti oleh ratusan siswa dari SD dan SMP Integral, karyawan dan guru Yayasan Amanah Purwodadi, Shalat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Sobirin dan khutbah disampaikan oleh Gus Karim dari BMH Hidayatullah Jawa Tengah, dalam khutbahnya. Gus Karim juga menyampaikan shalat istisqa ini tidak hanya sekedar untuk meminta hujan, tetapi semoga dengan hujan tadi dapat memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan, selain itu juga bencana-bencana yang lain. Menurut Ustadz Slamet, Amd, Ketua Yayasan Amanah tujuan dari mengadakan Shalat Istisqa ini tak lain untuk menanamkan kepedulian anak-anak terhadap musibah yang menimpa masyarakat Grobogan dan bangsa Indonesia pada umumnya,

Mulai dari sabtu siang hingga minggu sore pengiriman air bersih terus dikirimkan mulai dari Desa Kemiri, Karang rayung, pada minggu sorenya (6/8) pengiriman air bersih didatangkan ke Asemrudung, dan pada selasa ini akan dikirim ke desa Kalisari dan Sembungharjo, Kradenan. Tim Fundraising juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada donator, wali murid dan simpatisan yang telah memberikan bantuannya, mungkin hanya kecil saja, tetapi sedekah air ini insya Allah memiliki manfaat yang besar, setidak-tidaknya mampu meringankan beban mereka. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *