Dalam menjalani kehidupan beragama, seorang Muslim tidak cukup hanya mengikuti kebiasaan yang ada di lingkungan sekitarnya. Islam mengajarkan agar setiap keyakinan, sikap, dan jalan hidup dibangun di atas ilmu, kesadaran, dan petunjuk yang benar. Karena itu, dalam bermanhaj, kita tidak seharusnya sekadar ikut-ikutan tanpa memahami dasar dan arah yang sedang ditempuh.
Secara sederhana, manhaj berarti jalan atau metode yang jelas untuk mencapai suatu tujuan. Manhaj bukan sekadar pendapat, kebiasaan, atau identitas kelompok. Ia merupakan jalan yang ditempuh berdasarkan prinsip dan aturan tertentu.
Allah memberikan peringatan agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 36, Allah berfirman bahwa manusia tidak boleh mengikuti sesuatu yang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sementara itu, QS. Al-Isra’ ayat 30 mengingatkan bahwa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Ayat ini dapat menjadi pengingat bahwa dalam menjalani kehidupan, manusia harus menyadari keterbatasannya dan menggantungkan diri kepada Allah, bukan mengikuti jalan hanya karena dorongan lingkungan atau kepentingan sesaat.
Dengan demikian, bermanhaj seharusnya lahir dari pemahaman bukan sekadar ikut-ikutan.
Manhaj dapat dipahami sebagai jalan yang terang dan jelas. Orang yang berjalan di jalan yang terang mengetahui dari mana ia berangkat, ke mana ia menuju, serta bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
Dalam kehidupan Islam, jalan yang terang adalah jalan yang berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar. Allah berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 48:
“Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memberikan manhaj, yaitu aturan dan jalan yang jelas.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya memahami mengapa ia memilih suatu jalan dalam beragama. Ia perlu mengetahui dalil, prinsip, tujuan, dan metode yang digunakan. Dengan begitu, keberagamaannya tidak mudah berubah hanya karena mengikuti tren atau pengaruh lingkungan.
Manhaj tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalani kehidupan pribadi, tetapi juga bagaimana ia berdakwah.
Manhaj dakwah adalah sistem atau metode tertentu yang digunakan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada manusia. Dakwah membutuhkan cara yang tepat agar pesan Islam dapat dipahami dan diterima dengan baik.
Allah berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 125 agar manusia menyeru kepada jalan Allah dengan hikmah, pelajaran yang baik, dan berdialog dengan cara yang terbaik.
Artinya, dakwah bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya.
Dakwah yang baik membutuhkan ilmu, kesabaran, keteladanan, kebijaksanaan, dan kemampuan membaca keadaan. Tujuannya bukan sekadar memenangkan perdebatan, tetapi mendekatkan manusia kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah.kebenaran adalah milik Allah.
