Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bismillah.
Izinkan saya berbagi sedikit pengingat untuk diri saya pribadi, dan juga untuk kita semua.1. Hakikat Syukur Para ulama mendefinisikan syukur dengan sangat dalam:
الشُّكْرُ هُوَ صَرْفُ الْعَبْدِ جَمِيعَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ بِهِ عَلَيْهِ إِلَى مَا خُلِقَ لِأَجْلِهِ
“Syukur adalah mengarahkan seluruh nikmat yang Allah berikan kepada kita, untuk digunakan sesuai tujuan penciptaannya.”Jadi syukur itu bukan sekadar “Alhamdulillah” di lisan.
Syukur ada 3 tingkatan: Syukur dengan hati : Meyakini bahwa semua nikmat datang dari AllahSyukur dengan lisan : Memuji Allah dan mengakui nikmat-Nya Syukur dengan amal : Menggunakan nikmat itu untuk taat kepada AllahJika salah satunya tidak ada, maka syukur kita belum sempurna.2. 2 Nikmat yang Sering Kita LalaiRasulullah ﷺ mengingatkan kita dengan sabda yang sangat mengena:
«نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ»
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” HR. Bukhari no. 6412وكثير من الناس لم يستغلوا نعمة الصحة فيما يعود عليهم بالخير والفائدة
“Banyak orang tidak memanfaatkan nikmat kesehatan untuk hal yang mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi dirinya.”Berapa kali kita sehat tapi waktu habis untuk scroll, mengeluh, atau menunda pekerjaan?
Berapa kali kita punya waktu luang tapi tidak dipakai untuk belajar, beribadah, atau membantu orang?3. Buah dari SyukurSyukur bukan hanya bentuk terima kasih. Syukur adalah “investasi”.
Para ulama mengatakan:
الشكر قيد الموجود وصيد للمفقود
“Syukur adalah pengikat bagi nikmat yang sudah ada, dan pemburu bagi nikmat yang belum datang.”Artinya: Kalau kita bersyukur atas pekerjaan hari ini → Allah akan jaga dan berkahi pekerjaan ituKalau kita bersyukur atas kesehatan → Allah akan tambah kekuatan untuk kita beramalKalau kita bersyukur atas waktu → Allah akan datangkan keberkahan dan hasil yang lebih besarAllah juga berjanji dalam QS. Ibrahim: 7
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sungguh jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian.”PenutupMari kita muhasabah sejenak.
Di tempat kerja ini, nikmat apa yang sudah Allah titipkan? Ilmu, rezeki, tim yang solid, kesehatan untuk bisa datang bekerja.
Mari kita “bayar” nikmat itu dengan cara menggunakannya di jalan yang benar: bekerja profesional, jujur, saling tolong, dan niat ibadah.Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, bukan termasuk orang-orang yang tertipu.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ
“Ya Rabb, bimbinglah aku agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu”Barakallahu fiikum.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
