Tim fundraising hari ini (7/8) berkesempatan mengunjungi salah seorang wali murid Kelas 2 SD yang sekeluarganya berkesempatan umrah ke tanah suci untuk berumrah, bagaimana ceritanya?
Ibu Rizka, wali dari Attaya kelas 2 SD pada bulan juli kemarin qadarullah berkesempatan menjadi tamu Allah, kami dari tim fundraising ikut berbahagia dan mengunjungi kediamannya di Desa Welar, Kenteng, Toroh. Waktu yang dipilihnya adalah pada saat liburan semesteran kemarin karena mereka berumrah satu keluarga, Bu Rizka, suaminya dan kedua anaknya, Baliyan dan Attaya. Tentu suatu kebahagiaan tersendiri mereka dapat berangkat bersama-sama.
Ibu Rizka mengaku cuaca disana sangat ekstrem, sekitar 45-48oC panasnya, tetapi nampaknya mereka sekeluarga tetap menikmati dan tidak terganggu, mereka tetap menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Apalagi di dalam masjidil haram fasilitasnya lengkap. Ada mesin pendingin udara di dalam masjid sehingga cuaca tidak begitu panas. Beliau juga menceritakan, di Masjidil Haram, air zam-zamnya juga ada yang didinginkan sehingga dicuaca yang panas, air dingin benar-benar dapat menghilangkan kehausan.
Yang mengherankan adalah si kecil, Attaya dapat menuntaskan thawafnya, di tengah padatnya jama’ah yang di satu sisi adalah jama’ah haji yang belum pulang dari tanah suci, juga jama’ah umrah yang lain. “Hanya saja ketika sa’i nampaknya sudah kelelahan dan meminta gendong ayahnya” kata Beliau sambil tertawa lepas. Selama disana Ia juga bertemu dengan Ustadz Muslim dan Udtadzah Tuti Alawiyah yang kebetulan juga berumrah.
Banyak hal yang diceritakan oleh Beliau, tak hanya tentang umrah saja, juga perkembangan anaknya, Baliyan yang dulu sewaktu SD bersekolah di Integral, kemudian SMP-nya Pondok Modern Selamat dan di SMA-nya ini masih tetap mondok, juga terpilih dalam tim paskibra di sekolah hingga kecamatan. Ia merasa senang kedua anaknya bisa menjadi bagian dari keluarga sekolah Integral, menurutnya sekolah Integral adalah sekolah yang baik, guru-gurunya perhatian dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap, hanya saja Beliau menyayangkan mengapa jumlah muridnya bisa berkurang, bahkan memberi saran untuk lebih mengaktifkan media sosial lagi, dan satu hal lagi, Beliau senang dengan masakan catering yang diberikan pada saat makan siang, “Kalau MBG (Makan Bergizi Gratis) malah tidak makan, buahnya dibawa pulang”
Pada akhirnya, kunjungan kami pungkasi dengan saling mendoakan, kami mendoakan agar Ibu Rizka sekeluarga tetap diberikan rizki yang barokah, dan tambah lancar usahanya, dan Bu Rizka mendoakan pada kami (keluarga besar Yayasan Amanah Purwodadi) untuk bisa ke tanah suci, “paling nggak sekali seumur hidup bisa kesana sebagai tamu Allah pak, karena pasti akan mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa” pungkas Beliau membuat kami berdua mengaminkan, kencang sekali
