Keberanian unit TK Integral Luqman al Hakim untuk menyelenggarakan FORSIGO (Forum Silaturahim Guru dan Orangtua) patut kita apresiasi sebab dari kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi bekal dan pondasi yang baik bagi anak didiknya, seperti apa hasilnya?
Program FORSIGO ini sudah ada sejak lama di unit-unit yang lain, tetapi keaktifannya tidak begitu hidup, tetapi unit TK mampu mewujudkan itu kembali. Di sabtu pagi yang agak longgar, orangtua dan wali murid menyempatkan waktunya menghadiri forum yang sangat penting ini, mereka datang ke sekolah cukup pagi , mengisi buku tamu sebelum akhirnya dipersilakan naik ke lantai 2 disana terdapat aula pertemuan tempat dilangsungkannya kegiatan FORSIGO. Walaupun hanya duduk lesehan tetapi tidak mengurangi antusias tamu hadirin wali murid yang datang
Di dalam pertemuan itu menghasilkan beberapa poin penting seperti pembentukan kepengurusan baru FORSIGO, yang diketauai oleh Saswito Hadi Prayitno (wali murid TKA 1 Pasha) wakilnya adalah Pujiati (wali murid Roja TKA 3) Sekretaris adalah Indri Gustiantini (wali murid Tazkia TKB 3) dan Yuliana (wali murid Yusud TKB 2)
Dalam pertemuan itu selain menyepakati pembagian buku tabungan, juga buku penghubung dan satu lagi buky literasi atau buku cerita dimana orangtua telah berkomitmen untuk membacakan cerita pada anak-anaknya, ini salah satu gagasan bagus, dimana seluruh pembelajaran tidak dibebankan di sekolah, tetapi orangtua juga punya andil penting. Sekolah hanya fasilitator bagi perkembangan mental dan kognitif mereka, selebihnya pendidikan di rumah, peran ibu sebagai madrasah pertama juga diberi kesempatan untuk meneruskan program-program yang ada di sekolah. Bukankah waktu di sekolah hanya 6-8 jam saja, selebihnya 2/3 jam waktunya di rumah. Buku cerita yang dibagikan ini dipinjamkan selama seminggu, setelah itu dikembalikan dan diganti dengan buku cerita lainnya.
Jika proram ini berhasil, rata-rata dalam setahun siswa dapat dibacakan cerita sebanyak 50 buku, kita dapat membayangkan betapa besar wawasan yang bertambah, selain itu jika anak-anak memiliki mimpi, dengan bekal wawasan pengetahuan yang dibacakannya melalui buku akan dapat mewujudkan mimpi-mimpi itu karena di masa golden age pengetahuan yang mereka serap akan semakin kokoh menancap dalam benak mereka untuk diwujudkan di masa depan.
Anak-anak juga dibiasakan berinfaq melalui kencleng yang dibagikan dan akan ditarik sebulan sekali, orangtua bisa memberikan pemahaman, setiap rupiah dimasukkan ke kaleng infaq ini adalah ujud kepedulian anak-anak pada sesamanya yang lebih membutuhkan, sebab dari rezeki orangtua, ada rezeki orang lain yang membutuhkan yang dititipkan melalui rezeki orangtua kita, sikap ini akan menumbuhkan empati sejak dini, semoga
