Di sela-sela kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof DR, Abdul Mu’ti, M’Ed di SD Hidayatullah Kudus, kita mengingat lagi keresahan Beliau tentang terjadinya loss learning—kekosongan dalam belajar dengan gebrakan yang Beliau lakukan, apa saja itu?
Learning loss atau kekosongan belajar adalah menurunnya motivasi, kemampuan, pengetahuan dan kebiasaan belajar anak akibat berhentinya atau berkurangnya proses belajar anak dalam jangka waktu yang lama akibat libur panjang, bencana alam, perubahan kurikulum atau system belajar yang tidak teratur hingga kurangnya pendampingan di rumah. Kebiasaan anak bermain ponsel selama berjam-jam juga turut menyumbang brain rot akibat sering menonton konten pendek sehingga menghilangkan fungsi otak bagian depan untuk berpikir mendalam dituding sebagai penyebabnya.
Puncak dari learning loss adalah Covid-19 yang benar-benar menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan, sebab selama 3 tahun murid benar-benar tidak sekolah dalam arti belajar bertatap muka dan terdapat transfer ilmu pengetahuan antara guru dan murid. Memang ada pembelajaran secara online lewat aplikasi zoom, tetapi itu benar-benar tidak membekas, bahkan berdampak buruk seperti kemampuan bersosialisasi menurun, konsentrasi terganggu, pandangan mudah dialihkan karena sedikit pengawasan, hingga pemahaman yang dangkal pada pembelajaran.
Menyadari hal itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof DR Abdul Mu’ti M.Ed membuat gebrakan yang bertajuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program yang dirancang untuk seluruh siswa dari SD, SMP dan SMA, diantaranya adalah
- Bangun Pagi dan Beribadah
Akan membuat siswa lebih disiplin, bangun pagi lebih dulu dari terbitnya matahari dilanjutkan dengan shalat subuh akan membuat siswa lebih siap dalam berkemas-kemas daripada merrka yang bangun mepet berangkat sekolah. Pagi hari adalah waktu terbaik apabila digunakan untuk belajar, materi lebih mudah terserap masuk dan konsentrasi lebih penuh
- Berbakti pada Orangtua dan Guru
Dalam Islam ini bagian dari adab yang harus dijunjung tinggi, Surga di bawah telapak kaki ibu agama ini memerintahkan agar seorang anak tidak melupakan orang yang paling berjasa dalam hidup kita, banyak anjuran baik untuk berbuat baik pada orangtua, khususnya ibu, begitu juga ketika di sekolah, guru adalah pengganti orangtua kita di rumah, menghormati guru lebih diutamakan sebelum pelajaran itu sendiri
- Rajin Belajar dan Membaca
Kunci sukses para siswa adalah rajin belajar, belajar berarti mengulang materi dan memperdalamnya, selain itu adalah membaca yang berguna untuk memperluas wawasan, sebab membaca termasuk dalam melatih otak juga dengan cara yang lain/ materi yang lain. Membaca adalah kebiasaan baik yang akan membentuk karakter kita
- Hidup Bersih, Sehat dan Sederhana
Bagi seorang muslim, kebersihan adalah sebagian dari iman, ini dapat diterapkan terhadap anak-anak Indonesia untuk menjaga lingkungan yang mereka tempati seperti di rumah, di sekolah hingga lingkungan di sekitar rumah, karena kebersihan yang dipelihara akan kembali pada diri kita sendiri menjadikan lingkungan lebih nyaman untuk ditinggali. Selain itu melakukan gaya hidup sehat, makan makanan yang halal dan thayyib sehingga Kesehatan tubuh dapat terjaga. Sedangkan gaya hidup sederhana dalam hal berpakaian, tidak menggunakan perhiasan atau pakaian yang berlebihan pada saat sekolah karena akan mengundang kecemburuan bagi teman-teman lainnya
- Suka Menolong dan Berbagi
Pada poin ini anak-anak diajak untuk memiliki empati pada orang lain, dalam bentuk memberi pertolongan dan berbagi apapun yang dimampuinya. Hal ini juga selaras dengan ajaran Islam, esensi islam bukan sekedar ritual, tapi bagaimana menumbuhkan empati pada orang yang lebih membutuhkan, karena di dalam agama ini, dalam setiap harta yang kita punya, ada hak dari orang lain
- Jujur dan Bertanggung Jawab
Belajar dari Indonesia masa kini yang banyak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme, berawal dari dari hilangnya kejujuran atau tanggungt jawab di sekolah. Contoh kecilnya adalah mencontek, bagian dari sikap yang akan membawa keburukan di kemudian hari, yakni pada saat dewasa, anak-anak ini kemudian diberi Amanah atau jabatan tertentu, mereka tidak menjalankannya dengan baik. Karena itu memangkas generasi buruk itu, dimulai dari kebiasaan jujur dan bertanggung jawab di sekolah
- Mencintai Tanah Air dan Bangsa
Keragaman budaya dan bangsa kita adalah kekayaan dan asset budaya yang perlu kita syukuri dan mengembangkannya, ini memberi landasan pada siswa untuk lebih mencintai budaya sendiri daripada budaya lain, betapa budaya sendiri lebih baik dari budaya lain, ini akan membuat seseorang bangga hidup dan tumbuh di tanah air yang kaya
