Tanggal 14 agustus ini kita memperingati Hari Pramuka, apa yang kita ketahui dari Pramuka, apakah sekedar Praja Muda Karana, identik dengan seragam coklat, bertopi baret dan bersenjatakan tongkat untuk menolong, apa arti Pramuka bagi perjuangan bangsa ini?
Apakah pramuka Indonesia berkait erat dengan Gerakan Pandu Dunia yang berhubungan dengan gerakan kepanduan yang dipimpin oleh Lord Baden Powell? Bisa jadi iya, ini tampak dalam kunjungan Lord Baden Powell dalam kunjungannya di Batavia tahun 1934. Indonesia waktu itu masih bernama Hindia Belanda, Baden Powell ingin memastikan kesiapan Hindia Belanda dalam jambore Internasional di Australia tahun 1935. Baden Powell ingin memantau secara langsung konon gerakan kepanduan di Hindia Belanda ini maju pesat?
Adalah KH Ahmad Dahlan, selepas melihat Javanesche Padvinders Organization (JPO), turunan dari Netherlands Indische Padvinders Vereeneging (NIPV) yang didirikan tahun 1912 untuk mendidik generasi muda Belanda agar setia pada pemerintah kolonial, maka gerakan kepanduan itu diadopsi oleh Mangkunegara IV di Kasunanan Surakarta membentuk Pandu Pribumi yang dinamakan Javanesche Padvinders Organization (JPO) berbeda sifatnya dengan NIPV, JPO lebih berpihak pada pribumi, memiliki kedaulatan atas pribumi dan bukan menuruti kehendak aturan orang kolonial.
Di masa-masa itu, menurut Takeshi Shiraishi dalam bukunya Zaman Bergerak, antara tahun 1910-1945 adalah zaman yang sangat dinamis dalam persemaian ide-ide untuk kemudian membentuk sebuah organisasi dan keaktifan berserikat dan berkumpul. Kesadaran kebangsaan tentu saja sudah mulai muncul, sebagaimana pengertian bangsa oleh Ernest Renan yang dibentuk karena kesadaran bersama akan ketertindasan, orang tidak lagi memandang suku, agama hingga warna kulit tertentu, tetapi perasaan senasib karena berasal dari nasib yang sama.
Setelah pulang dari Surakarta itulah terpikir oleh Beliau membuat gerakan kepanduan khas Muhammadiyah, hingga akhirnya tahun 1918 lahirlah Padvinders Muhammadiyah lalu diubah menjadi Hizbul Wathon atau Pembela Tanah Air. Sejak tahun 1920-an mulai masuk ke desa-desa untuk menjaring para pemuda, khususnya untuk berkontribusi dalam perjuangan bangsa. Adalah KH Agus Salim yang menjaring para pemuda untuk dididik, dibekali dengan ketrampilan beladiri, mengaji dan kesadaran berbangsa, maka kelak dari Hizbul Wathan ini banyak memberikan sumbangsih bagi perjuangan Indonesia, seperti di masa pendudukan Jepang, ketika itu menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia, maka pandu-pandu dari Hizbul Wathan-lah yang dikirim menjadi pasukan HEIHO DAN PETA,
Salah satu anggota pandu Hizbul Wathan adalah Sudirman, seorang santri yang shalih dari Purbalingga. Ia salah satu panglima besar revolusi kemerdekaan yang berjuang dengan paru-paru yang hanya satu tetapi memiliki ketawakkalan luar biasa. Di tempat-tempat gerilya yang dilewati Jenderal Soedirman, salah satunya di Karangnongko, Kediri para penduduk menyediakan padhasan—tempat berwudhu dari tembikar, karena Jenderal Soedirman dan pasukannya tak pernah lepas dari air wudhu selama berjuang.
Dibandingkan dengan Muhammadiyah yang lebih dulu mendirikan Hizbul Wathan, orgamisasi Islam terbesar di tanah air juga mendirikan gerakan kepanduan, yakni Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO) cikal bakal dari GP Anshor yang didirikan oleh KH Abdullah Ubaid dan KH Wahab Hasbullah. Keduanya memiliki kontribusi penting dalam kemerdekaan Indonesia, Jika KH Abdullah Ubaid adalah pendiri Ahlul Wathan, bagian dari Syubbanul Wathan—organisasi kepemudaan, KH Wahab Hasbullah adalah pencetus resolusi jihad beesama KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, untuk mewajibkan jihad bagi setiap muslim yang dekat dengan Surabaya setelah sekutu hendak mengancam lagi kemerdekaan Indonesia dengan tewasnyaj Jenderal Mallaby oleh para pejuang. Bersama Laskar Hizbullah bentukannya, perang di Surabaya meletus menjadi cikal bakal Hari Pahlawan. Beliau pulalah yang mendukung Pancasila sebagai dasar negara karena landasan nilai-nilai islam dalam setiap silanya, khususnya sila ke-1 yang menurutnya sebagai lahir dari rahim umat islam
Tak kalah dengan NU dan Muhammadiyah Sarekat Islam, organisasi politik dan ekonomi yang dulunya berfokus melawan penjajah lewat jalur ekonomi yang dipimpin oleh Tjokroaminoto juga mendirian Sarekat Islam Afdeling Padvinders (SIAP), kemudian di Sumatera, yakni organisasi pemuda Jong Islamieten Bond (JIB) juga mendirikan Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ)
Begitu juga dengan komunitas Arab Hadrami, yang dipimpin oleh Habib Husein Shihab (ayahanda Habib Rizieq Shihab pendiri FPI) pada tahun 1937 mendirikan Pandu Arab Indonesia (PAI) yang kemudian diubah menjadi Pandu Islam Indonesia (PII) Namun tahun 1961 Presiden Soekarno melalui Kepres no 438 tanggal 14 Agustus 1961 smelebur emua gerakan kepanduan itu diubah menjadi Pramuka yang diketuai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dengan didirikannya pramuka ini, maka gerakan kepanduan dari berbagai macam organisasi Islam ini akhirnya dibubarkan demi persatuan dan kesatuan. Sekalipun begitu kita patut bangga sebab cikal bakal kepanduan ini berasal dari organisasi islam, artinya islam turut berkontribusi dalam perjuangan melawan penjajahan lewat gerakan kepanduan. Ajaran Islam vis a vis Hak Asasi Manusia dimana penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, Salam pramuka!
