Sebagaimana kita tahu, SD dan SMP Integral Luqman al Hakim memiliki program untuk menghafal hadis arbain dari Imam Nawawi, seberapa pentingkah hadis ini untuk dihafalkan dan apa sesungguhnya manfaat dari menghafal hadis ini?
Terik matahari menyapa, namun di dalam Masjid Muhammad Faridun justeru sangat sejuk. Setelah shalat zuhur berjama’ah, murid-murid tidak bergeser duduknya, mereka berzikir, dan tak lama kemudian seorang murid maju me-murajaah hadis arbain, walaupun nampak terbata-bata mereka berhasil menuntaskannya.
Memang menghafalkan hadis arbain sudah menjadi program SMP Integral, murid-murid secara konsisten menghafal hadis tersebut secara berurutan dan bergiliran satu dengan yang lainnya. Hari ini mungkin murid-murid hanya sibuk menghafal, tetapi kelak mereka akan menjadikannya pondasi dalam beragama, karena tidak sebatas hafalan saja yang seharusnya dilakukan, tetapi juga dipahami, banyak perbendaharaan agama yang bisa ambil hikmahnya dan kita amalkan dari hadis-hadis itu
Hadis adalah sumber hukum kedua setelah Al Qur’an, Ia menjadi penjelas dari hukum-hukum yang masih bersifat umum terdapat dalam Al Qur’an, adalah Imam Nawawi yang Menyusun kitab Arbain, terdiri dari 42 hadis tersebut, Ia berasal dari Desa Nawa dekat Damaskus, selama hidupnya didedikasikan untuk ilmu pengetahuan, bahkan meninggal dalam usia muda 45 tahun tanpa pernah menikah. Selain karyanya hadis arbain tadi, Beliau juga menuliskan Riyadush Shalihin.
Adapun tentang karyanya Hadis Arbain Beliau mengatakan, “Aku ingin menuliskan sebuah karya yang kelak akan menjadi pedoman bagi masyarakat Islam tentang pokok-pokok agama yang mudah dihafal dan menjadi panduan agar umat lebih mengerti tentang agama ini” kata Beliau dalam pengantarnya. Jadilah karyanya ini sebagai panduan, dengan susah payah Imam Nawawi mengumpulkan berbagai macam hadis yang menjadi pokok agama, bagi berupa akidah, akhlak, syariah dan lain sebagainya.
Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa dari umatku yang menghafal 40 hadis bagi umatku, tentang urusan agamanya, maka Allah akan membangkitkannya sebagai orang yang faqih dan berilmu” (HR Muslim) tentu ini menjadi penyemangat bagi para pelajar, para penuntut ilmu, orang-orang yang ingin belajr ilmu agama, setidak-tidaknya bisa mempelajari hadis ini, karena menurut para ulama yang telah menelaah berbagai hadis yang dikumpulkan oleh Imam Nawawi, mereka berpendapat, seperti sudah mengetahui sepertiga isi agama secara keseluruhan. Sebagaimana kita tahu, Imam Bukhori dan Muslim telah menghafal ribuan bahkan puluhan ribu hadis shahih, seluruh kitab-kitab itu diumpulkan dalam Kutubus-sit’ah (kitab Sembilan) atau Kutubbussitah (kitab enam) namun tidak semua umat dapat membaca atau mempelajarinya, tetapi dari Imam Nawawi yang telah mencuplikkannya dan memilihkannya untuk kita, kita percaya hadis-hadis yang dipilihkan Imam Nawawi adalah hadis-hadis yang shahih, berasal dari pokok-pokok dan mudah dihafal.
Diantara hadis-hadis yang penting dalam arbain Imam Nawawi, diantaranya tentang nial sebagai asal diterimanya amal seseorang, ada pula hadis Jibril tentang pokok-pokok ajaran Islam yang sebenarnya sangat sederhana tentang enam rukun iman dan lima rukun islam yang wajib dijalankan bagi seorang islam, juga tentang ihsan dan bagaimana pula untuk meninggalkan yang haram dan syubhat. Dalam hal etika, Islam mengajarkan agar kita menghormati orangtua, khawatir terhadap bahaya lisan, juga bagaimana tanda kuatnya seseorang bukannya orang yang mampu mengangkat beban berat, tetapi yang paling kuat adalah yang mampu mengendalikan diri ketika marah. Semua yang diajarkan Rasulullah lewat hadis-hadisnya ini memiliki hikmah yang sangat dalam jika kita mampu mempelajarinya, mungkin hari ini mereka hanya mampu menghafalnya, tetapi kelak di masa depan mereka bisa lebih memahaminya, semoga saja
